by bulan-menata-kata.com | May 24, 2024 | Blog
Suatu Senja Antoinette Wiranadewi Gerimis manis mempertemukan hati kita. Kita masih punya langit jingga sisa warna cahaya di cakrawala. Di suatu senja yang tenang dan indah, kita menyusuri bukit dan lembah. Aku tak tahu bagaimana malam datang, adakah ia membawa mimpi...
by bulan-menata-kata.com | May 24, 2024 | Blog
Ke Sana Antoinette Wiranadewi https://bulan-menata-kata.com/wp-content/uploads/2024/08/1.07.-Ke-Sana-ok.mp3 Kita mau ke mana? Ke sana. Ke pantai yang penuh pesona. Sedimen pasir terapung manja di tengah laut. Kubiarkan kakiku basah diterpa ombak pantai cantik yang...
by bulan-menata-kata.com | May 24, 2024 | Blog
Serambut Asa Antoinette Wiranadewi https://bulan-menata-kata.com/wp-content/uploads/2024/08/II.48-Serambut-Asa.mp3 Nyatanya corona ada bukan dongeng belaka Buang semua pengingkaran damai dalam penerimaan agar selalu bisa berjaga: mengusir ia menjauh, atau mungkin saat...
by bulan-menata-kata.com | May 24, 2024 | Blog
Secangkir Tekad Pekat Antoinette Wiranadewi Hidup bagai bait puisi, diucap dan dibaca, diungkap sepenuh hati. Saat lariknya dinamik beritmik, bisa jadi tiba-tiba menukik. Siapa nyana, tiba-tiba semua aksara seperti tak punya makna, tak memunculkan daya saat dibaca....
by bulan-menata-kata.com | May 16, 2024 | Blog
Jeda Mudji Sutrisno, SJ saya mencari hening, saat celoteh tak hentinya berkhotbah, berdiskusi ide spiritual bertubi, membahas apa itu “suci” membincang “baik” dimeditasikan dan benar difilsafatkan sementara laku tindak telah lama ditinggal sendiri atas nama nama diri....