by bulan-menata-kata.com | May 25, 2024 | Blog
Hujan Antoinette Wiranadewi https://bulan-menata-kata.com/wp-content/uploads/2024/07/hujan.mp3 Sore ini angin besar sepotong hati berdebar menatap langit berwajah muram menghadirkan gulita kelam Hujan turunkan rintikmu dengan mesra bukankah kau turun ingin...
by bulan-menata-kata.com | May 25, 2024 | Blog
Catatan Perjalanan Antoinette Wiranadewi Dari tiada kita menjadi ada Berjalan pada selapis masa kemudian perlahan kita akan tiada Kalau demikian, mengapa diri harus jumawa Mengumpat sumpah serapah dan murka mengumbar rasa atau memuja Kamu dan juga aku...
by bulan-menata-kata.com | May 25, 2024 | Blog
Penantian Tak Bertepi Antoinette Wiranadewi https://bulan-menata-kata.com/wp-content/uploads/2024/08/1.14.-Penantian-Tak-Bertepi-ok.mp3 Ia meninggalkan hatinya di sana berteman daun yang luruh berguguran berserakan Ia biarkan hatinya menetap di sana melekat...
by bulan-menata-kata.com | May 25, 2024 | Blog
Menu Antoinette Wiranadewi https://bulan-menata-kata.com/wp-content/uploads/2024/08/4.01.-Menu-ok-2-ok.mp3 Hai selimut malam kamu boleh beringsut sekarang Aku telah melihat senyum kekasihmu sang fajar Ia berjanji menemaniku menapak perjalanan yang aku yakin akan...
by bulan-menata-kata.com | May 25, 2024 | Blog
Menyulam Kenangan Antoinette Wiranadewi Langit masih terang ketika kami keluar dari rumah sahabat kami. Birunya memikat dengan sapuan tipis awan putih. Tangan kirinya menggenggam tangan kananku, beberapa saat sebelum mobil berjalan. Kebiasaan yang dia lakukan sejak...