Sisa Rindu
Antoinette Wiranadewi
Permadani taman jadi dua warna:
hijau dan kuning kecoklatan
setelah kemarin
rumput ditaburi sekam
Aromanya menyusup manja
membuat diriku melayang
merasa tenteram
Kenanganku muncul
aku dan adik-adik berlarian
sambil berseru-seru
Tertawa bebas
menyusuri pematang sawah
gembira lepas
menjejak jerami yang tumpah ruah
Kami berlari pulang
di latar luas rumah Eyang
gabah menggunung
musik bertalu dari lesung
angin
mengusik daun kelapa
kami terpana
bertepuk tangan gembira
Eyang puteri kami
ke luar dari pintu kayu
parasnya tirus ayu
Ia melambaikan tangan
memanggil kami mendekat
“Ayo, maem dulu.
Ayam goreng dan lodeh
masih panas dari tungku.
Mendiang Ibumu juga suka sayur itu”
Matanya berkaca-kaca
memeluk kami
Hujan membingkai
semua potret masa kecilku
sawah, padi, jerami,
lesung dan tungku
dari kampung ibu
yang selalu menyisakan rindu.
________________
Elang Malindo, 2 Mei 2022
BERANDA | DAFTAR ISI | ALBUM | TENTANG SAYA
Bulan Menata Kata
♥ Blog Puisi Antoinette W.