Akhirnya Aku
Antoinette Wiranadewi
Dulu
pagi aku bergegas
berhitung padatnya lalu lintas
melangkah mengukur jalan kota
metropolitan
meraih banyak impian
Dulu
setiap kujejak langkah di pencakar langit
sejuk pendingin menggigit
aku menikmati diskusi terasa
semakin legit
meski jingga senja telah membersit
Dulu
meneguk kopi aromatik
di satu kedai antik dan cantik
banyak hal yang menantang diotak-atik
tak hirau aku pada berisik jarum berdetik
Lalu
virus jahat datang tanpa undangan
pandemi membuyarkan semua tatanan
aku bernafaskan ketidakpastian
seperti sesamaku juga dililit kerisauan
Ia memasung
dan membuat semua orang urung
melanjutkan perjalanan
harus ulang berhitung
Aku menata hati
mulai kuniatkan
menerima situasi meretas semua
kegalauan
merajut lembar asa dalam keseharian
mencoba memetik hari baru kehidupan
Akhirnya aku
bisa nikmati pagi hari
menyaksikan kencan bulan dan matahari
bertemu sesaat di atas embung
lempar pandang tanda sehati
berdua setia hadir untuk bumi
secara berganti
sebagai tanda siklus alami
pagi hingga senja hari
dan saat malam menyelimuti
Akhirnya aku
punya banyak waktu
terpukau
saat tetes air hujan bergayut manja
di ujung jari daun bambu
kerlipnya kemilau
di antara rintik hujau yang mulai parau
dalam sejuk angin berdesau
dengar burung berkicau
saksikan bunga dan kupu
bersenda gurau
Akhirnya aku
terbiasa memilah-memilih
hal utama yang tak boleh tersisih
Simpan dahannya
buang rantingnya
agar cinta tetap ada
menetap diam di alam semesta.
________________
Elang Malindo, 8 Februari 2021
BERANDA | DAFTAR ISI | ALBUM | TENTANG SAYA
Bulan Menata Kata
♥ Blog Puisi Antoinette W.