Mereka adalah Ibuku
Antoinette Wiranadewi
Karena mereka,
aku dapat menatap kerlip
bintang memikat
sampai tahun ke sekian dalam hidupku
ku syukuri semua berkat
yang boleh menjadi milikku
Mereka tak pernah bertanding
atau berlomba
keduanya bergantian mengemban
tugas mulia:
yang satu melahirkan
yang lain membesarkan
Meski anak ibuku lima
semua tetap dapat utuhnya cinta
Kasih sayang ibuku, mematahkan
rumus matematika:
satu dibagi lima,tetaplah satu adanya
Aku penuh oleh pancaran
cinta keduanya
yang membuatku mampu berselancar
pada gelombang hidup
yang arah anginnya kadang
tak dapat diduga
Aku merasakan hadirnya dan
memeluknya
Itu yang membuat aku tahan
dan tak meredup
menantang terik matahari tinggi
atau tiupan dingin angin yang
bisa membuatku beku
Aku lihat sorot lembut tatapan matanya
Itu yang membuat aku memiliki harapan
percaya bintang akan bertaburan
memiliki asa menunggu hujan reda
dan yakin pelangi ‘kan muncul kemudian
Aku menyimpan dalam kasih sayangnya
Bagai alunan musik indah
dan menenteramkan
mengalun sepanjang hidupku
Di atas pusara keduanya
selalu kutaburkan dua bunga putih
satu bunga melati, bunga kecil cantik
seperti ibu yang melahirkanku
harumnya lembut
seperti kurasakan usapan jari-jari ibuku
satu lagi lili putih, lambang tulusnya
pengabdian
juga kasih sayang yang menawan
yang mengantarku ke gerbang
kedewasaan
Tak ada beda hormat dan kasihku
pada mereka
Di atas pusara keduanya
tertulis tanggal yang sama saat
mereka berpulang:
7 Mei 1971 – 7 Mei 2007.
__________________________________
Elang Malindo, 22 November 2021
BERANDA | DAFTAR ISI | ALBUM | TENTANG SAYA
Bulan Menata Kata
♥ Blog Puisi Antoinette W.