Tenda Cinta
Antoinette Wiranadewi
Hujan semakin deras. Ia rapatkan jaket merahnya agar angin dingin tak terlalu menyiksa. Sengaja desain rumah dibiarkan terbuka di depan dan belakang. Rumahnya mirip tenda di alam bebas. Ia dan mereka yang ia kasihi mulai menetap di sini pada tahun kedua puluh perjalanan mereka.
Hujan belum juga reda. Ia nikmati teh hangat dan cookies. Suara Dana Winner membawanya melayang. “One Moment in Time” terdengar mengalun. Pandangannya menyapu tenda tempat ia berteduh hampir 16 tahun. Hangat. Cinta menghangatkan tendanya. Ia bersyukur.
Elang Malindo, 11 Februari 2023